Narada ajak milenial investasi dengan cara tepat lewat Tomorrow Today Fun(d) Festival

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Narada Aset Manajemen bekerja sama dengan Sorak Gemilang Entertaintment (SGE) akan menggelar Tomorrow Today Fun(d) Festival pada Sabtu (1/12). Pertunjukkan musik ini sekaligus mengedukasi generasi milenial mengenai cara berinvestasi yang tepat.

“Acara ini akan diadakan setiap tahun untuk menambah nilai investasi dan pemahaman untuk generasi mudah belajar mengatur keuangan,” ujar Marketing Director Sorak Gemilang Entertainment Mervi di Jakarta, Kamis (29/11).

Direktur Utama Narada Aset Manajemen Oktavian Dondi mengatakan kalangan milenial yang nantinya akan menopang laju investasi ke depan, utamanya di tahun 2019. Untuk itu, Narada pun fokus mengejar milenial untuk berinvestasi sejak dini. “Kami targetkan 5.000 nasabah baru selama gelaran,” ujar Oktavian Dondi.

Para pembicara yang dihadirkan dalam acara ini beragam yaitu, tokoh-tokoh yang sangat dekat dengan milenial, seperti Financial Trainer dan Founder QM Financial Ligwina Hananto, manager investasi Narada Aset Manajemen, dan entrepreneur muda Kaesang Pangarep, para influencers di antaranya Jovi Adhiguna, Nicoline Patricia, Kenny Santana, dan Agatha Suci.

Tak hanya itu, para peserta juga bisa menikmati hiburan dari sejumlah musisi seperti HiVi, Tulus, dan Teza Sumendra. Jadi, jika ingin mulai membuat perencanaan keuangan datang saja ke festival ini dengan membayar tiket sebesar Rp 150.000. Dengan membeli tiket ini secara otomatis Anda juga langsung terdaftar investasi reksadana senilai Rp 100.000.

Reporter: Jane Aprilyani
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Jane Aprilyani
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

Rupiah di sekitar Rp 14.200, terkuat sejak akhir Juni

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Mata uang Garuda makin mengangkasa. Jumat (30/11) rupiah mencapai level terkuat terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sejak akhir Juni.

Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) hari ini berada di level Rp 14.339 per dollar AS. Kurs rupiah menguat 0,48% ketimbang posisi kemarin. Dalam sepekan, Jisdor menguat 1,46%.

Di pasar spot pukul 10.45 WIB, rupiah berada di Rp 14.278 per dollar AS, menguat 0,73% jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin pada Rp 14.383 per dollar AS. Dalam sepekan, rupiah spot menguat 1,83% terhadap dollar AS.

Rupiah menguat bersama dengan beberapa mata uang lain di Asia seperti rupee, yen, peso, baht, dollar Taiwan, dan dollar Hong Kong. Sedangkan won, yuan, ringgit, dan dollar Singapura hari ini melemah terhadap the greenback.

Di sisi lain, dollar AS cenderung tertekan dengan prospek perlambatan kenaikan suku bunga acuan Fed Fund Rate. Indeks dollar turun dalam tiga hari berturut-turut.

Hari ini, indeks dollar berada di 96,75, melemah dari posisi kemarin pada 96,78.

Pasar keuangan menunggu kabar dari Argentina soal kelanjutan perang dagang antara AS dan China. Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan bertemu di sela-sela konferensi tingkat tinggi G20 yang dimulai hari ini hingga esok.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

Kapuas Prima Coal (ZINC) akan terbitkan obligasi Rp 600 miliar dengan rating BBB

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lembaga pemeringkat Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kembali menegaskan peringkat PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC). Pefindo memberikan peringkat BBB bagi emiten tambang tersebut dengan prospek stabil.

Pefindo menyematkan peringkat ini untuk penerbitan obligasi I tahun 2018 sebesar Rp 600 miliar. ZINC akan menggunakan dana hasil emisi obligasi untuk membiayai belanja modal dan modal kerja.

“Peringkat BBB yang diberikan Pefindo ini mencerminkan profil cadangan dan sumber daya ZINC yang memadai dan lebih banyak operasi yang terintegrasi secara vertikal dalam waktu dekat dan menengah,” terang Analis Pefindo Wilson Soegianto dan Martin Pandiangan dalam keterangan resmi, Rabu (28/11).

Mereka juga mengungkapkan bahwa peringkat BBB tersebut dibatasi oleh struktur permodalan ZINC yang lebih agresif dan pelemahan tindakan proteksi arus kas, margin yang lebih rendah dibandingkan dengan rekan-rekan global dan paparan harga komoditas berfluktuasi.

“Peringkat tersebut dapat dinaikkan, jika ZINC melebihi proyeksi pendapatan maupun margin dan meningkatkan leverage keuangan,” tambah mereka.

Sebaliknya mereka bilang, rating tersebut bisa diturunkan jika pertumbuhan pendapatannya gagal memenuhi proyeksi dan struktur modalnya menjadi jauh lebih agresif.

“Rating juga akan berada di bawah tekanan jika fluktuasi harga di pasar seng dan timbal global secara signifikan mengganggu pendapatan dan profitabilitasnya,” kata Wilson dan Martin.

Asal tahu saja, ZINC mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 122,26% menjadi Rp 521,80 miliar hingga kuartal III 2018. Seiring pertumbuhan pendapatan, beban pendapatan ZINC juga meningkat 98,90% menjadi Rp 273,90 miliar.

Sementara, laba kotor ZINC pada kuartal III 2018 sebesar Rp 247,90 miliar atau naik 156,50% dari periode sama tahun tahun lalu senilai Rp 96,65 miliar. Alhasil, laba bersih ZINC tercatat Rp 99,53 miliar, melonjak 365,53% jika dibandingan dengan sembilan bulan pertama tahun lalu.

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

XL Axiata siapkan dana Rp 258 miliar untuk bayar sukuk jatuh tempo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sukuk ijarah Berekelanjutan I PT XL Axiata Tbk (EXCL) tahap I tahun 2015 untuk seri B sukuk ijarah akan jatuh tempo dan dilunasi pada 2 Desember 2018.

“XL Axiata telah menyiapkan dana untuk melunasi sisa imbalan ijarah seri B sebesar Rp 258 miliar yang akan jatuh tempo pada 2 Desember 2018,” kata Murni Nurdini, Sekretaris Perusahaan EXCL, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/11).

Dana tersebut akan ditransfer oleh EXCL ke rekening Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selambat-lambatnya satu hari sebelum jatuh tempo.

Pada penutupan sesi I perdagangan Jumat (30/11), saham EXCL ditutup pada level harga Rp 1.985.

Reporter: Willem Kurniawan
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Willem Kurniawan
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan