Saham-saham ritel fesyen menarik jelang akhir tahun, ini rekomendasinya

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Akhir tahun menjadi periode panen bagi perusahaan ritel berbasis fesyen. Maklum, animo masyarakat untuk berbelanja cenderung lebih tinggi ketika memasuki musim liburan yang disertai momen natal dan tahun baru ini. Hal tersebut tentu menjadi sentimen positif bagi pergerakan sejumlah perusahaan ritel berbasis fesyen yang sudah mencatatkan diri di pasar modal.

Berdasarkan pantauan di RTI pada pukul 12.00 WIB saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik 1,35% menjadi Rp 5.650 per saham. Kenaikan tersebut juga diikuti oleh PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang naik tipis 0,60% menjadi Rp 169 per saham. Kenaikan paling tajam terjadi pada saham PT Mega Perintis Tbk (ZONE) yang naik 24,44% menjadi Rp 555 per saham.

Sebagai informasi, PT Mega Perintis merupakan pemilik gerai Manzone yang menjual produk fesyen pria dengan merk Manzone, MOC, dan Men’s Top. Perusahaan yang baru melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada Rabu (12/12) ini juga tercatat sebagai distributor merek Nike di Indonesia.

Namun, kehadiran sentimen positif kali ini ternyata tidak berpengaruh pada seluruh emiten ritel berbasis fesyen. Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) tercatat tidak bergerak di level Rp 800. Lalu saham PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) turun tipis 0,36% menjadi Rp 1.375 per saham.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menyebut liburan akhir tahun yang bertepatan dengan momen natal dan tahun baru selalu menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham emiten ritel berbasis fesyen. Kehadiran toko online atau e-commerce dengan berbagai penawaran menarik dan diskon dinilai bukan ancaman yang besar bagi perusahaan ritel.

“Tidak mudah membuat konsumen beralih ke toko online untuk membeli produk fesyen, perlu kepastian kualitas produk, perlu dilihat dan dipegang secara langsung, ini unsur yang tidak bisa dikalahkan,” kata dia ketika dihubungi oleh Kontan.co.id pada Kamis (13/12).

Sebagai informasi, jelang akhir tahun sejumlah e-commerce di Indonesia getol memberikan diskon besar-besaran lewat event-event khusus seperti Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), single day, atau flash sale. Diskon yang ditawarkan sangat beragam dan meliputi berbagai produk, termasuk fesyen.

Diskon besar-besaran yang diberikan oleh e-commerce menurut William masih bisa dibendung oleh strategi serupa yang dilakukan oleh perusahaan ritel berbasis fesyen. “Ada diskon akhir tahun, strategi ini setiap tahunnya berhasil meningkatkan penjualan, jadi emiten ritel berbasis fesyen ini masih menarik,” kata dia.

Menilik tahun-tahun sebelumnya, sentimen positif terhadap saham emiten ritel berbasis fesyen hadir menjelang momen tertentu seperti hari raya keagamaan dan liburan. Lewat kehadiran momen tersebut emiten ritel berbasis fesyen berhasil meraup keuntungan lebih besar yang tentunya bisa memperbaiki kinerja keuangannya.

William menyebut, saham emiten ritel berbasis fesyen layak dikoleksi dalam jangka panjang oleh para investor. “Pilihannya RALS, LPPF, MAPI, dan ZONE. ZONE ini paling berisiko, tapi ada peluang bagi investor untuk mendapatkan keuntungan sampai akhir tahun lewat saham emiten baru ini,” kata dia.

Kenaikan saham ZONE yang signifikan dinilai sebagai hal yang lumrah terjadi pada saham-saham yang baru tercatat di bursa. Saham yang baru IPO ini kemungkinan akan terus naik atau mengalami auto rejection selama beberapa hari. Sedangkan saham MAPI diyakini akan mengalami koreksi sehat yang terbatas di level Rp 790 per saham.

Lalu terkait sentimen negatif kasus Meikarta yang kemungkinan berimbas pada Matahari Department Store yang notabene tergabung dalam Lippo Group, William mengatakan hal tersebut tidak akan berpengaruh besar pada pergerakan saham LPPF. “Karena tidak terlibat langsung walaupun satu grup, yang terimbas langsung itu PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK),” kata dia.

Target harga yang disarankan oleh William untuk saham RALS di level Rp 1.500 per saham, LPPF Rp 6.000 per saham, MAPI Rp 875-Rp 900 per saham, dan ZONE Rp 660 per saham.

Reporter: Rezha Hadyan
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Rezha Hadyan
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

Ini deretan 10 orang terkaya Indonesia 2018

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ditunjang pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan pasar modal setahun terakhir yang tumbuh sebesar 4,4%, aset bersih 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes mencetak rekor baru dengan total nilai US$ 129 miliar atau naik US$ 3 miliar dari tahun lalu.

Dalam keterangan pers Forbes Indonesia 13 Desember 2018, enam dari 10 orang terkaya di Indonesia mengalami peningkatan kekayaan dibandingkan tahun lalu. Ini termasuk Hartono bersaudara yang sudah menempati peringkat terkaya selama 10 tahun terakhir. Tahun ini, total kekayaan Hartono bersaudara tercatat US$ 35 miliar, dimana sekitar 70% dari total kekayaannya berasal dari Bank Central Asia.

Sementara itu, Susilo Wonowidjojo naik ke posisi dua dengan kekayaan sebesar US$ 9,2 miliar akibat meningkatnya harga saham perusahaan rokok Gudang Garam.

Turun ke peringkat ketiga adalah pendiri Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja, yang tahun ini kekayaannya berkurang sebesar US$ 500 juta menjadi US$ 8,6 miliar.

Sri Prakash Lohia naik menjadi orang terkaya keempat dengan total kekayaan sebesar US$ 7,5 miliar seiring dengan peningkatan nilai saham Indorama Ventures, perusahaan petrokimia yang terdaftar di bursa Thailand.

Anthoni Salim turun ke peringkat lima karena kekayaannya turun sebanyak US$ 1,6 miliar menjadi US$ 5,3 miliar.

Sepuluh orang terkaya di Indonesia adalah:
1. R. Budi & Michael Hartono; US$ 35 miliar
2. Susilo Wonowidjojo; US$ 9,2 miliar
3. Eka Tjipta Widjaja; US$ 8,6 miliar
4. Sri Prakash Lohia; US$ 7,5 miliar
5. Anthoni Salim; US$ 5,3 miliar
6. Tahir; US$ 4,5 miliar
7. Chairul Tanjung; US$ 3,5 miliar
8. Boenjamin Setiawan; US$ 3,2 miliar
9. Jogi Hendra Atmadja; US$ 3,1 miliar
10. Prajogo Pangestu; US$ 3 miliar

Di tahun ini, pengusaha Indonesia yang nilai kekayaannya mengalami lonjakan tertinggi adalah raja tambang Low Tuck Kwong yang berada di peringkat 11. Aset bersih Low Tuck Kwong naik 63% menjadi US$ 2,5 miliar akibat peningkatan pendapatan tambang batubara Bayan Resources (BYAN) yang mendorong lonjakan harga saham Bayan sebesar 82%.

Bachtiar Karim peringkat 21 juga mengalami peningkatan kekayaan sebesar 61% menjadi U$ 1,45 miliar berkat kenaikan pendapatan yang signifikan dari perusahaan minyak kelapa sawit Musim Mas.

Sementara itu, setengah dari daftar nama yang masuk dalam Forbes Indonesia Rich List mengalami penurunan kekayaan akibat pelemahan nilai tukar rupiah sebesar 5% terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dan juga harga saham yang lesu.

Salah satunya, Soegiarto Adikoesoemo di peringkat 39 karena mengalami penurunan kekayaan terbesar, sekitar 42% menjadi US$ 780 juta, akibat turunnya harga saham AKR Corporindo (AKRA).

Daftar orang terkaya tahun ini juga merilis empat nama baru. Sebagian besar nama-nama baru ini berhasil masuk dalam daftar karena kenaikan harga saham dari perusahaan yang mereka miliki. Danny Nugroho masuk ke nomor 38 dengan kekayaan US$ 790 juta, masuk menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia setelah harga sahamnya pada perusahaan keuangan dan asuransi Capital Finance Indonesia melonjak hampir dua kali lipat. Danny juga tercatat sebagai pemegang saham PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA).

Begitu pula dengan pengembang properti Benny Tjokrosaputro (nomor 43 dengan kekayaan US$ 670 juta) yang berhasil masuk dalam daftar berkat IPO dari perusahaan travel Sinergi Megah Internusa pada Juli lalu di Bursa Efek Indonesia. Benny memiliki hampir 84% saham di perusahaan yang juga mengelola Lafayette Boutique Hotel di Yogyakarta, yang bernilai sekitar US$ 225 juta per akhir November

Beberapa pendatang baru lainnya adalah Sabana Prawiradjaja (No. 47, US$ 640 juta), pendiri Ultrajaya Milk Industry (ULTJ), salah satu produsen produk susu terbesar di Indonesia.

Serta Kardja Rahardjo (No. 48, US$ 625 juta) pemimpin Pelayaran Tamarin Samudra (TAMU). Arifin Panigoro (Nomor 46, US$ 655 juta) kembali masuk dalam Forbes Indonesia Rich List 2018, setelah absen selama setahun dari daftar Forbes.

Di sisi lain, Purnomo Prawiro termasuk salah satu dari lima orang yang keluar dari daftar Rich List tahun ini karena harga saham perusahaan taksi milik keluarganya, Blue Bird jatuh lebih dari 25% di tengah kompetisi ketat dengan perusahaan taksi online.

Tahun ini, nilai aset bersih minimum dalam Forbes Indonesia Rich List adalah US$ 600 juta, naik sebesar US$ 150 juta dari aset minimum tahun 2017 dan merupakan pencapaian tertinggi sejak tahun 2013.

Daftar 50 orang Indonesia terkaya versi Forbes disusun berdasarkan informasi kepemilikan saham dan informasi keuangan yang didapatkan dari keluarga dan individu, bursa efek, laporan tahunan dan analis. Nilai aset yang dicantumkan mencakup kekayaan individu dan keluarga, termasuk kekayaan bersama antara pendiri perusahaan dan kerabat keluarga terdekat.

Nilai aset dari perusahaan publik dihitung berdasarkan harga saham dan kurs pada 30 November 2018. Nilai aset perusahaan swasta dinilai berdasarkan nilai perusahaan serupa yang tercatat di bursa.

Reporter: Willem Kurniawan
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Willem Kurniawan
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

Dharma Satya Nusantara (DSNG) akuisisi dua perusahaan sawit milik Bima Palma Group

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rencana akuisisi yang dilakukan oleh PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) atas dua perusahaan Crude Palm Oil (CPO) milik Bima Palma Group (BPG) akhirnya dirampungkan pada hari ini, Rabu (12/12). Kedua perusahaan yang dimaksud adalah PT Bima Palma Nugraha (BPN) dan PT Bima Agri Sawit (BAS).

Akuisisi itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli (PJB) antara DSNG dengan BPN dan BAS yang dilangsungkan pada hari ini di Kantor Pusat Perseroan, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur.

Sesuai dengan PJB tersebut, DSN Group sepakat mengambilalih 100% BPN dan 100% BAS. Dua perusahaan perkebunan miilik BPG yang berlokasi di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Sebelumnya pemegang saham Perseroan telah menyetujui rencana pengambilalihan tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Senin (10/12).

Corporate Secretary DSN Group Paulina Suryanti, mengatakan pengambilalihan BPN dan BAS ini merupakan sebuah langkah yang strategis bagi Perseroan untuk berkembang melalui pengembangan lahan perkebunan baru secara anorganik, di samping terus berupaya melakukan penanaman baru di lahan milik sendiri.

”Hari ini menjadi salah satu milestone bagi DSN Group, sekaligus menunjukkan komitmen kami untuk terus berkembang dalam usaha perkebunan kelapa sawit,” kata Paulina dalam keterangan resmi.

Alasan Perseroan dalam melakukan pengambilalihan saham BPN dan BAS adalah mempertimbangkan pengembangan perusahaan secara jangka panjang. Saat ini kedua perkebunan kelapa sawit tersebut sudah menghasilkan atau telah memiliki tanaman menghasilkan, dengan usia tanam yang masih relatif muda.

Setelah pengambilalihan, menurut Paulina, diperkirakan akan ada penambahan produksi CPO sekitar 14%. Selain itu, akuisisi ini akan memberikan nilai tambah bagi Perseroan, karena kedua perusahaan perkebunan itu memiliki lokasi di Kutai TImur, Kalimantan Timur, yang juga merupakan lokasi terbesar kebun Perseroan, sehingga dapat memberikan sinergi dalam pengembangan usaha di masa mendatang.

“Dengan pengalaman kami dalam mengelola perkebunan kelapa sawit, kinerja kedua perusahaan target tersebut diharapkan masih bisa berkembang dan memberikan kontribusi positif kepada Perseroan dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Paulina.

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Yoyok

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Yoyok
Video Pilihan

Analis: Prospek emiten BUMN karya di tahun depan bisa kinclong

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan menilai, ditetapkannnya anggaran infrastruktur 2019 sebesar Rp 400 triliun tidak memberikan perubahan signifikan terhadap prospek emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya sektor konstruksi.

“Itu dana dari APBN, dan kita lihat realisasi di 2018 dan 2019, anggaran dan belanja infrastruktur pemerintah justru bisa memancing investor swasta untuk melakukan pembangunan di sekitar kawasan,” kata Alfred kepada Kontan.co.id, Rabu (12/12).

Dengan begitu, meskipun anggaran infrastruktur yang ditetapkan pemerintah Rp 400 triliun, namun dana tersebut akan terus berkembang lewat inisiasi pihak swasta. Kondisi tersebut tentunya akan berdampak positif bagi kinerja emiten BUMN Karya yang terlibat dalam proyek infrastruktur di 2019. “Jadi sudah pasti (kinerja emiten BUMN Karya) tetap kinclong, karena kita meyakini swasta akan melihat ini sebagai peluang,” ungkapnya.

Adapun saham BUMN Karya yang paling prospektif untuk dilirik investor ke depan seperti WSKT dan JSMR. Keduanya memiliki domain infrastruktur jalan tol dan cuku menguasai bisnis tersebut. “WSKT Mereka agresif dan mendalam di bisnis itu, sedangkan JSMR butuh pendanaan dan merupakan pemain besar di bisnis ini. Jadi yang kami lihat bukan Rp 400 triliun, melainkan komitmen pemerintah untuk bangun infrastruktur,” tegasnya.

Terkait risiko tahun politik di 2019, Alfred optimistis itu tidak akan mengurangi lanju kinerja emiten sektor konstruksi. Mengingat, kebutuhan utama Tanah Air saat ini adalah percepatan pembangunan infrastruktur. “Saya enggak terlalu khawatir dengan tahun politik, kalaupun ada perubahan kepemimpinan, yang terjadi hanya jeda (proyek infrastruktur), namun tidak akan sampai berhenti,” tandasnya.

Sementara, Head of LOTS Service Lotus Andalan Sekuritas Krishna Dwi Setiawan mengatakan, 2019 ekonomi Tanah Air masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Beberapa di antaranya yakni tahun politik dan tekanan dari ekonomi global.

Sehingga, meskipun anggaran infrastruktur masih berada dikisaran Rp 400 triliun, namun tidak semua emiten BUMN Karya bisa melenggang positif di Tahun depan. “Tidak semua (emiten BUMN Karya), WSKT harusnya akan melambat, mengingat tahun ini sudah menjadi tahun puncak bagi kinerja WSKT,” kata Krishna kepada Kontan.co.id, Rabu (12/12).

Dengan begitu, prospek WSKT di 2019 akan lebih sulit untuk tumbuh, apalagi kontrak baru yang berhasil diperoleh emiten itu, termasuk yang paling kecil. “Lain halnya dengan WIKA yang perolehan kontrak barunya merupakan yang tertinggi dan pertumbuhannya lebih stabil,” tandasnya.

Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Yoyok

Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Yoyok
Video Pilihan

Ini tantangan Indofood CBP Sukses Makmur tahun depan menurut analis

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menyodok masuk jajaran 10 besar saham berkapitalisasi pasar terbesar. Meski menurut analis saham ICBP menarik, ada beberapa tantangan

Seperti yang diungkapkan analis BNI Sekuritas, William Siregar. Ia menilai bahwa program keluarga harapan (PKH) godokan Pemerintah tidak cukup menyokong kinerja ICBP. Malahan menurutnya yang bisa mengangkat kinerja adalah event-event yang berkaitan langsung kepada masyarakat. Misalnya pameran makanan dan aspek lainnya Daftar Poker.

William juga menyoroti beberapa tantangan dalam pengembangan bisnis ICBP. Pertama, bahan baku indomie yaitu gandum yang diimpor dari Australia. “Secara year to date harga gandum meningkat dan berpotensi menurunkan margin ICBP,” ucapnya kepada Kontan.co.id, Senin (10/12).

Kedua, produk indomie buatan ICBP secara pertumbuhan permintaan tidak terlalu tumbuh signifikan sampai 5-10 tahun kedepan. Ia menilai masyarakat sudah sadar akan kesehatan sehingga mengurangi mengkonsumsi mie instan. “Penjualan bisa bertumbuh tapi tidak signifikan. Paling tidak tumbuh single digit saja,” tandasnya.

Ketiga adalah persaingan ketat dimana semakin banyak produsen makanan asing yang masuk ke Indonesia. Seperti Samyang yang bisa menjadi pesaing utama ICBP. William pun menyarankan untuk ICBP tidak mengurangi biaya iklan demi menarik perhatian pasar akan produknya.

Terakhir, William menuturkan bahwa untuk tahun depan, akan lebih baik jika Indofood mengenalkan produk baru yang berpotensi disukai masyarakat. Salah satunya produk susu. “Masyarakat sekarang sudah cerdas untuk memilih mengkonsumsi produk yang diinginkan. Dan kedepan yang potensial diminati adalah produk yang baik untuk kesehatan seperti susu,” imbuhnya.

Bicara soal prospek ICBP tahun depan, emiten ini dikabarkan tengah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk menyambut hari jadi Chitato yang ke 30 tahun. Perusahaan itu juga akan berinovasi pada produk sereal susu terbarunya yakni GoToGo yang baru di launching pada pelaksanaan Asian Games 2018.

“Kalau dilihat peminat produk dari Indofood sendiri dari semua kalangan. Baik kalangan menengah kebawah hingga kalangan menengah atas. Apalagi masih banyak rencana pengembangan produk yang akan dilakukan ICBP. Sehingga bisa dipastikan bisnis masih menarik untuk dikembangkan,” kata William.

William pun memperkirakan penjualan ICBP sampai akhir tahun 2018 mencapai Rp 38,3 triliun dengan laba bersih Rp 4 triliun. Sementara tahun depan, ia optimis kinerja naik dengan perolehan penjualan Rp 41,5 triliun dan laba bersih Rp 4,3 triliun. Dengan berbagai tantangan tersebut, William Siregar pun merekomendasikan menahan menjual saham ICBP dengan target harga Rp 9.500 per saham.

Reporter: Jane Aprilyani
Editor: Yoyok

 

Reporter: Jane Aprilyani
Editor: Yoyok
Video Pilihan

Bursa Amerika kembali anjlok

KONTAN.CO.ID – NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) memerah, Senin (10/12). Indeks S & P 500 terjun ke level terendah sejak 4 April dengan saham sektor keuangan paling dalam penurunannya.

Sentimen kekhawatiran atas pertumbuhan global akibat perang dagang China-AS dan ketidakpastian atas Brexit membayangi pasar awal pekan ini.

Mengutip Reuters, pukul 11:20 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average turun 488,75 poin atau 2,00 %, pada 23.900,20, S & P 500 turun 46,43 poin atau 1,76 % di 2.586,65 dan Nasdaq Composite turun 79,75 poin, atau 1,14 %, di 6.889,50.

Reporter: Yudho Winarto
Editor: Yudho Winarto

Reporter: Yudho Winarto
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

Hari pertama pekan ini, IHSG ditutup turun 0,24%

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot di akhir perdagangan Senin (10/12). Indeks kehilangan 15 poin atau 0,24% menjadi 6.111,36.

Sebanyak 255 saham merosot pada perdagangan hari ini, berbandin 138 yang naik. Sedangkan 133 lainnya tak bergerak.

Sepanjang perdagangan, volume perdagangan mencapai 11,34 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp 8,21 triliun. 

Delapan dari sepuluh sektor melandai. Sektor aneka industri turun 0,87%, memimpin pelemahan. Selain itu diikuti sektor finansial dan barang konsumer yang masing-masing turun 0,43% dan 0,23%. 

Saham LQ45 yang paling menderita penurunan sore ini antara lain PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang turun 3,36% menjadi Rp 1.580 per saham, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun 3,06% menjadi Rp 19.800 per saham, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun 2,61% menjadi Rp 6.525 per saham.

Sedangkan saham LQ45 yang mencatat kenaikan terbesar antara lain PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang naik 5,18% menjadi Rp 5.175 per saham, PT Elnusa Tbk (ELSA) menguat 2,47% menjadi Rp 332, dan Rp Barito Pacific Tbk (BRPT) yang naik 1,45% menjadi Rp 2.100 per saham.

Hari ini, lebih banyak investor asing melepas saham lokal ketimbang yang beli. Net sell di pasar reguler mencapai Rp 710,56 miliar, sementara di pasar keseluruhan Rp 10,5 triliun.

Reporter: Sanny Cicilia
Editor: Sanny Cicilia

Reporter: Sanny Cicilia
Editor: Sanny Cicilia
Video Pilihan

IHSG berpotensi menguat pada perdagangan esok, ini alasannya

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rilis data perekonomian terkait penjualan ritel akan menjadi pendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan besok, Senin (10/12).

Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi, penjualan ritel di akhir tahun diperkirakan akan meningkat, sehingga dapat mendorong pergerakan IHSG pada perdagangan besok kembali menguat.

Selain itu dia menilai harga komoditas yang bargejolak di pertengahan tahun dan capital inflow yang berpeluang kembali terjadi di sisa tahun ini, menunjukkan tingkat kepercayaan Investor di pasar modal masih terus meningkat.

“Rilis data perekonomian cadangan devisa yang telah menunjukkan peningkatan turut memberi sentimen positif terhadap pola gerak IHSG, sehingga peluang menguat masih akan terlihat sepanjang perdagangan Senin,” katanya. William memprediksi IHSG akan bergera di level 5.955-6.266.

Senada, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menilai, antisipasi data penjualan ritel akan mempengaruhi pergerakan IHSG besok. selain itu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar, diprediksinya masih akan mempengaruhi pergerakan IHSG.

Atas dasar sentimen tersebut dan perhitungannya secara teknikal, Dennies meramalkan IHSG akan melemah pada perdagangan esok hari. “Pergerakan IHSG tertahan di resistance upper bollinger band dan indikator stochastic bergerak dalam area overbought sehingga ada potensi pelemahan dalam jangka pendek,” ungkapnya.

Dennies memprediksi, IHSG akan berada di rentang level support 6.105-6.085 dan resistance 6.143-6.161.

Reporter: Auriga Agustina
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Auriga Agustina
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

Usai IPO, Distribusi Voucher Nusantara akuisisi Pawoon

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Usai melakukan penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO), PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) tidak mau berlama-lama untuk segera ekspansi. Pada Kamis (6/12), DIVA mengumumkan pembelian 30% saham startup penyedia sistem kasir, Pawoon. Investasi ini merupakan bagian ekspansi DIVA ke Asia Tenggara.

Direktur DIVA Dian Kurniadi menambahkan, pertumbuhan Pawoon, melonjak 28 kali lipat selama 24 bulan terakhir. Ini artinya pertumbuhan bulanan 20% dalam empat bulan terakhir. “Pawoon menawarkan ekspansi bisnis yang menarik dan pertumbuhan potensial bagi DIVA,” kata dia dalam rilis, Kamis (6/12).

Sejumlah merek lokal terkenal telah menjadi klien Pawoon diantaranya Go-Pay, Geprek Bensu, Dum Dum Thai Tea, Bakso Lapangan Tembak, dan lainnya.

Dana IPO

“Melalui investasi ini, kami membuka potensi UKM maupun perusahaan besar dalam industri makanan dan minuman,” jelas Dian. Layanan jasa digital untuk makanan dan minuman dipilih DIVA lantaran potensi bisnis yang besar.

“Tahun 2015–2035, DIVA akan memasuki pasar yang memperoleh nilai perputaran tahunan hingga Rp 27,5 triliun setara dengan US$ 1,83 miliar di Jakarta saja. Dengan potensi pendapatan pajak restoran tahun lalu sebesar Rp 2,75 triliun,” papar Dian. Namun, DIVA tidak menjelaskan berapa nilai investasi di Pawoon.

Tapi yang jelas ekspansi ini merupakan bagian dari IPO DIVA. Perusahaan ini telah melego 214,28 juta saham setara dengan 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh di harga Rp 2.950 per saham. Dus, emiten ini telah memperoleh dana IPO Rp 632,14 miliar.

Dana hasil IPO DIVA digunakan untuk peningkatan modal kerja, misalnya pembelian persediaan barang dagang sebesar 55%. DIVA juga menggunakan 40% dana IPO untuk investasi teknologi informasi seperti membeli hardware dan software, pengembangan aplikasi, dan penguatan infrastruktur jaringan distribusi. Sisanya, untuk pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia (SDM).

Raymod Loho Presiden Direktur DIVA mengatakan, tujuan utama DIVA adalah meningkatkan daya saing UMKM Hingga kini, jumlah UMKM telah menggunakan jasa dari DIVA mencapai 17.000 dan diharap jadi 19.000 di akhir tahun 2018.

DIVA berharap tahun depan, pendapatan menjadi Rp 2 triliun–Rp 3 triliun. Meningkat dari proyeksi akhir tahun ini Rp 1,1 triliun–Rp 1,2 triliun. DIVA juga berharap laba bersih naik 1.000% mencapai Rp 7 miliar–Rp 9 miliar di tahun ini. Sementara tahun depan targetnya lebih tinggi lagi yakni Rp 90 miliar–Rp 100 miliar.

Reporter: Avanty Nurdiana, Danielisa Putriadita
Editor: Herlina Kartika

Reporter: Avanty Nurdiana, Danielisa Putriadita
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

Harga buyback emas Antam naik Rp 8.000

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) lanjutkan kenaikan harga.

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam hari ini, Kamis (6/12), dipatok Rp 653.000. Harga tersebut naik Rp 2.000 dari posisi harga pada Rabu (5/12).

Begitu pula dengan harga pembelian kembali atau buyback emas Antam yang juga ikut naik, bahkan lebih signifikan kenaikannya. Harga buyback emas Antam naik sebesar Rp 8.000 menjadi Rp 571.000 per gram.

Berikut harga emas batangan milik Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan sudah termasuk pajak:
0,5 gram: Rp 351.000
1 gram: Rp 653.000
5 gram: Rp 3.085.000
10 gram: Rp 6.105.000
25 gram: Rp 15.155.000
50 gram: Rp 30.235.000
100 gram: Rp 60.400.000
250 gram: Rp 150.750.000
500 gram: Rp 301.300.000
1.000 gram: Rp 602.600.000

Reporter: Danielisa Putriadita
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Danielisa Putriadita
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

Surya Citra Media (SCMA) kantongi restu buyback dari pemegang saham

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Para pemegang saham menyetujui buyback atawa pembelian kembali saham yang akan dilakukan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dengan nilai Rp 3 triliun.

Direkur Utama SCMA Sutanto Hartono mengatakan, seluruh pemegang saham yang hadir dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Rabu (5/12) setuju dengan aksi tersebut. Adapun jumlah Investor yang hadir sebanyak 86% dengan saham yang dimiliki sebanyak 12 miliar. Total saham yang diterbitkan SCMA mencapai 14 miliar saham.

Menurut Sutanto, SCMA akan menggelar buyback saham untuk meningkatkan nilai saham dengan mengembalikan kelebihan arus kas kepada pemegang saham. Dia menambahkan, melalui aksi ini nantinya return on equity perusahaan bertambah sehingga memberikan dampak positif untuk para pemegang saham.

Sebagai informasi saja, setelah mendapatkan persetujuan RUPSLB, aksi buyback ini akan dieksekusi dalam waktu 18 bulan. Kendati demikian Sutanto menjelaskan, pihaknya akan memanfaatkan waktu tersebut untuk melihat waktu yang tepat untuk buyback saham. “Kami amati sejak beberapa bulan terakhir terjadi fluktuasi di bursa maupun dunia, waktu 18 bulan akan kami manfaatkan untuk melihat kapan akan masuk dan siapa saja investor yang berkenan melepas saham mereka,” kata Sutanto.

Asal tahu saja, SCMA berencana melakukan buyback maksimal 10% dari modal disetor atau maksimum sebanyak 1,46 miliar saham.

Reporter: Auriga Agustina
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Auriga Agustina
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

Harga batubara turun, Garda Tujuh Buana (GTBO) hati-hati memasang target tahun depan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penurunan harga batubara yang terjadi akhir-akhir ini membuat PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) berhati-hati dalam memasang target produksi dan penjualan tahun depan. Meski begitu, perusahaan masih optimistis tahun depan produksinya kurang lebih sama seperti target yang dipatok tahun ini yakni sebesar 2,28 juta ton.

Direktur Keuangan PT Garda Tujuh Buana Tbk Jones Manulang mengatakan, berdasarkan catatan perusahaan, Sejak awal tahun hingga September 2018 GTBO sudah memproduksi 1,85 juta ton batubara. Selanjutnya, produksi batubara dari Oktober hingga akhir tahun ini terus menurun. Pada Oktober perusahaan memproduksi 181.796 metrik ton batubara, November sebesar 134.645 metrik ton batubara, dan memproyeksikan produksi batubara pada Desember sebesar 120.000 ton batubara.

Sementara itu, biaya produksi batubara perusahaan sebesar US$ 8-9 per ton, sementara harga rata-rata penjualan batubara sebesar US$ 19,63 per ton pada Oktober, US$ 16,09 per ton per November, dan diporyeksikan US$ 13,00 per ton pada Desember. “Memang memasuki kuartal IV 2018 harga jual rata-rata batubara terus menurun,” ujar Jones, Rabu (4/12).

Mengenai harga batubara acuan Desember yang turun 5,51% menjadi US$ 92,51 per ton dibandingkan HBA November sebesar US$ 97,90 per ton, membuat perusahaan belum berani memasang target produksi untuk tahun depan. “Kita lihat sampai akhir tahun, sampai saat ini masih dalam pembahasan untuk target tahun depan,” ujarnya.

Hingga September 2018, total cadangan batubara GTBO sebesar 89 juta ton. Batubara milik GTBO mempunyai kapasitas batubara sekitar 3.500 kkal/kg. “Saat ini kita belum ada rencana untuk akuisisi tambang,” imbuh Jones.

Jones mengaku saat ini permintaan batubara tengah menurun lantaran permintaan dari pasar China juga menurun.

Meski begitu, hingga kuartal III-2018 GTBO mampu membukukan penjualan sebesar US$ 29,87 juta, naik 349,17% dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 6,65 juta. Sementara itu, laba bersih perusahaan per kuartal III-2018 tercatat US$ 5,58 juta. Pada periode yang sama tahun lalu GTBO membukukan kerugian US$ 1,90 juta.

Hingga akhir tahun, Jones menargetkan penjualan sebesar US$ 35,18 juta.

Guna mempertahankan kinerja keuangan dalam kondisi harga batubara yang cenderung menurun, ia bilang perusahaan terus melakukan efisiensi.

Reporter: Ika Puspitasari
Editor: Herlina Kartika

Reporter: Ika Puspitasari
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

Private placement, BPD Jabar Banten (BJBR) incar dana Rp 684,19 miliar

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) berencana melakukan aksi korporasi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. BJBR akan mengadakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 11 Desember 2018 guna meminta restu pemegang saham untuk private placement.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/12), aksi ini merupakan langkah BJBR memperkuat permodalan untuk ekspansi penyaluran kredit. Nantinya jumlah saham baru seri A yang akan diterbitkan sebanyak 360,10 juta saham dengan nilai nominal Rp 250 atau setara dengan 3,71% dari modal yang disetor.

Saham baru ini akan ditawarkan khusus kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), Pemprov Banten dan pemerintah kota serta kabupaten seluruh Jawa Barat dan Banten. Harga penawaran sendiri tidak akan lebih rendah dari Rp 1.900 per saham sesuai dengan harga rata-rata penutupan perdagangan saham.

Dengan asumsi tersebut, diperkirakan BJBR setidaknya akan mendapatkan dana segar sekitar Rp 684,19 miliar yang terbagi atas modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 90,02 miliar dan tambahan modal disetor sebesar Rp 594,16 miliar.

Selain itu pasca aksi ini rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) akan naik menjadi 18,26% dari sebelumnya sebesar 17,53%. Selain itu, pemegang saham yang tidak diberikan hak, sahamnya akan terdilusi 3,71%.

Reporter: Yoliawan H
Editor: Komarul Hidayat

Reporter: Yoliawan H
Editor: Komarul Hidayat
Video Pilihan

IHSG menanjak ke 6.134 pada penutupan perdagangan sesi I

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan hingga akhir perdagangan sesi I, Selasa (4/12). Siang ini, IHSG menguat 16,08 poin atau 0,26% ke level 6.134,40.

Enam sektor menyokong kenaikan IHSG hingga siang ini. Sektor infrastruktur tercatat naik 1,07%. Sektor industri dasar menguat 0,90%. Sektor perdagangan dan keuangan naik masing-masing 0,37% dan 0,36%.

Empat sektor yang turun hingga siang ini adalah sektor perkebunan 0,68%, sektor konstruksi 0,58%, sektor aneka industri 0,41%, dan sektor barang konsumer 0,12%.

Total volume transaksi hingga akhir sesi I mencapai 8,26 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 6,09 triliun. Jumlah saham yang naik dan turun hampir berimbang. Kenaikan harga tampak pada 182 saham. Sebanyak 185 saham turun harga dan 125 saham flat.

Top gainers LQ45 hingga siang ini adalah:

  • PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) 5,71%
  • PT Indika Energy Tbk (INDY) 4,29%
  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) 4,06%

Top losers LQ45 terdiri dari:

  • PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) -3,38%
  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO) -3%
  • PT BPD Jawa Barat Tbk (BJBR) -2,90%

Investor asing mencetak pembelian bersih Rp 123 miliar di pasar reguler dan Rp 1,51 triliun di seluruh pasar. Saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp 1,4 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 44,7 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 36,3 miliar.

Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Rp 18 miliar, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp 15,1 miliar, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 11 miliar.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

Dirundung sentimen negatif, saham Indosat belum layak dilirik

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Saham PT Indosat Tbk (ISAT) cenderung bergerak di zona merah sepanjang bulan lalu. Akhir November 2018, saham emiten telekomunikasi ini ditutup koreksi 2,22% di level Rp 1.985 per saham. Angka ini jauh di bawah level tertinggi saham ISAT di level Rp 7.500.

Pada perdagangan hari ini (4/12) pun, berdasarkan data RTI saham ISAT ditutup koreksi 2,88% pada sesi perdagangan pertama. Hal itu pulalah yang membuat Analis Panin Sekuritas William Hartanto untuk tidak merekomendasikan saham operator seluler ini. “Melihat kinerjanya yang masih buruk, maka menurut saya wajar jika harga sahamnya turun,” kata William kepada Kontan.co.id, Senin (3/12).

Selain itu, menurutnya penuruna saham ISAT juga diperparah dengan banyaknya isu pada saham emiten itu. Khususnya, kabar mengenai merger perusahaan itu di Oktober lalu. “Hal yang tidak pasti seperti itu, tidak disukai oleh investor,” jelasnya.

Untuk itu, William mengaku belum bisa merekomendasikan saham ISAT kepada investor, dan hanya menyarankan untuk wait and see. “Saya kira masih sulit, karena belum ada inovasi baru untuk memperbaiki kinerja,” tandasnya.

Oktober lalu, ISAT sempat dikabarkan bakal melakukan merger dengan perusahaan operator lain, yang membuat saham emiten itu sempat melambung hingga 5% ke level harga Rp 2.840. Namun, hal tersebut sudah dibantah Direktur Utama ISAT Chris Kanter.

Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

Belanja modal Anabatic Technology (ATIC) sekitar Rp 100 miliar tahun depan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perusahaaan teknologi informasi, PT Anabatic Techologies Tbk (ATIC) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) tidak jauh dengan realisasi capex tahun ini sebesar Rp 100 miliar.

Hendra Halim, Direktur Independen ATIC mengatakan besarnya masih belum bisa dipastikan karena pihaknya belum menghitung rinci, hanya saja besar jumlahnya kemungkinan akan sama seperti capex tahun ini.

“Terakhir data capex yang sudah terpakai itu sekitar Rp 100 miliar, ya untuk tahun depan tidak akan jauh berbeda,” ujarnya saat ditemui seusai Public Expos ATIC, Selasa (4/11).

Menurut Hendra, capex tersebut akan digunakan untuk pengembangan produk dan pengembangan bisnis termasuk akuisi perusahaan yang sejalan dengan segmen usaha ATIC. “Kami tiap tahun menganggarkan capex yang akan digunakan untuk produk dan akuisisi, jadi setiap tahun akuisis itu pasti ada dan 60% capex itu memang dialokasikan untuk akuisisi,” ujar dia.

Adapun sumber dananya, Lanjut Hendra sebagian berasal dari aksi korporasi yang telah dilakukan perseroan pada Juli 2018 dengan menerbitkan obligasi konversi yang ditujukan untuk ekspansi bisnis dan sebagaian dari kas internal.

Reporter: Nur Pehatul Janna
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Nur Pehatul Janna
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

Anabatic Technologies (ATIC) menggenjot tiga lini untuk memperkuat bisnis

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) terus mengembangkan produk untuk memperluas bisnis. ATIC menawarkan produk dan jasa kepada para pelanggang melalui tiga lini bisnis utama yaitu mission critical digital solution (MCDS), digital encriched outsourcing service (DEOS) dan cloud & digital platform partner (CDPP).

“Anabatic memberikan one-stop shopping experience bagi pelanggang enterprise dengan menawarkan berbagai produk yang dikembangkan sendiri oleh Anabatic disertai dengan jasa implementasi dan integrasi yang berpengalaman untuk membantu pelanggan meningkatkan daya saing bisnisnya,” kata Adriansyah, Direktur Anabactic Technologies, Selasa (4/12).

Lewat MCDS, Anabatic menyediakan berbagai solusi TI yang bersifat mission-critical bagi industri perbankan, multifinance dan asuransi, termasuk solusi terkait dengan cyber security, software assurance & testing dan XaaS.

Melalui lini bisnis DEOS, Anabatic menyediakan layanan outsourcing proses bisnis yang komprehensif dan terintegrasi yakni layanan sumber daya manusia, layanan TI terkait BPO dan layanan proses bisnis.

Ketiga melalui lini bisnis CDPP, Anabatic menyediakan solusi infrastruktur TI high-end untuk B2B, mendistribusikan produk kompter dan perangkat lainnya melalui jaringan toko fisik dan online. ATIC juga menyediakan fasilitas pelatihan, pengujian perangkat keras dan layanan migrasi perangkat lunak.

Oleh karena itu Adriansyah menuturkan bahwa hal tersebut upaya untuk mempertajam fokus bisnis dan meningkatkan kualitas produk dan jasa yang ditawarkan, menuju predikat sebagai perusahaan IT kelas dunia.

Reporter: Erviana Bastian
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Erviana Bastian
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

Harga gabah kering naik, Buyung Poetra (HOKI) yakin menanak pertumbuhan laba

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga gabah kering pada Oktober melonjak 1% dari bulan sebelumnya menjadi 5.039 per kilogram. Kenaikan harga itu pun seiring dengan menanjaknya harga gabah kering giling yang naik 1,2% month on month.

Kenaikan harga tersebut kemungkinan berpengaruh pada emiten penghasil beras seperti PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI).

Meskipun demikian, Investor Relations HOKI Dion Surijata menyatakan, dampak kenaikan harga gabah kering tidak terlalu mempengaruhi pendapatan HOKI di kuartal IV 2018 ini.

“Kami melihat ini hanya siklus tahunan. Dan setelah melewati 40 tahun lebih di bisnis ini, kami sudah mengantisipasinya sehingga tetap mampu menjaga target margin dan momentum pertumbuhan dibanding tahun lalu,” ujarnya kepada kontan.co.id pada Jumat (30/11).

Sebelumnya Dion pernah bilang bahwa HOKI menargetkan kenaikan kinerja sekitar 10%-15% setiap tahunnya.

Bila berhitung, penjualan tahun ini akan berkisar Rp 1,32 triliun hingga Rp 1,39 triliun, mengingat penjualan di tahun lalu sekitar Rp 1,2 triliun.

Sementara laba bersih akan naik berkisar dari Rp 48,20 miliar hingga Rp 50,39 miliar lantaran laba bersih pada akhir 2017 sebesar Rp 43,82 miliar.

Target 2019

Lalu untuk tahun 2019 nanti, Dion bilang target pendapatan dan laba bersih diharapkan masih akan tumbuh 10% year on year (yoy).

Sementara soal penggunaan belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun 2018, Dion bilang saat ini sudah hampir seluruhnya terpakai untuk tambah mesin di Subang dan untuk pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar kulit padi serta pabrik baru di wilayah Sumatera Selatan.

Sesuai catatan KONTAN, HOKI menyiapkan anggaran belanja modal Rp 200 miliar pada tahun ini dan 2019 nanti.

Maka jika dihitung, capex tahun ini sudah terserap 50% atau sebesar Rp 100 miliar sebab pada tahun 2019, HOKI bakal menganggarkan capex sebesar Rp 100 miliar.

“Akan digunakan untuk penyelesaian pembangkit listrik berbahan bakar kulit padi serta pembangunan pabrik baru di wilayah Sumatera Selatan,” papar Dion.

(Revisi) Kenaikan harga gabah kering tak pengaruhi kinerja Buyung Putra Sembada (HOKI) hingga akhir 2018

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Sanny Cicilia

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Sanny Cicilia
Video Pilihan

Sesi pertama, IHSG melesat 1,33% ditopang sepuluh sektor saham

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus merangkak naik di sepanjang sesi pertama perdagangan Senin (3/12). Indeks bertambah 80,80 poin atau 1,33% mnjadi 6.136,93 pada pukul 12:00.

Sebanyak 228 saham bergerak menguat, berbanding 145 yang turun. Sedangkan 136 saham lainnya tak bergerak. 

Pada sesi pertama perdagangan ini, ada 5,81 miliar saham diperjualbelikan. Nilai transaksi mencapai Rp 6,35 triliun.

Sepuluh sektor kompak menguat. Sektor finansial memimpin kenaikan, dengan penguatan 2%. Diikuti, kenaikan sektor konstruksi dan pertambangan yang masing-masing di atas 1,7%. 

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang mengumumkan laba bersih kuartal III-2018 naik 732% year on year, menjadi top gainers di antara saham-saham LQ45. Saham ANTM melesat 11,38% menjadi Rp 685 per saham.

Kenaikan juga dinikmati saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) sebesar 9,94% menjadi Rp 1.715, dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebesar 7,86% menjadi Rp 755 per saham.

Sedangkan saham yang masih melempem sampai siang ini antara lain PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang turun 2,21% menjadi Rp 1.995 per saham, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 1,9% menjadi Rp 2.070, dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sebesar 1,41% menjadi Rp 5.250 per saham.

Kendati menguat, investor asing masih melepas saham. Nilai jual bersih kepemilikan oleh asing atau net sell di pasar reguler tercatat Rp 273,97 miliar. Sedangkan di pasar keseluruhan Rp 167,59 miliar.

Reporter: Sanny Cicilia
Editor: Sanny Cicilia

Reporter: Sanny Cicilia
Editor: Sanny Cicilia
Video Pilihan

Saham properti dan konstruksi menguat, ini rekomendasi analis

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dalam sebulan terakhir, saham sektor properti dan konstruksi mencatatkan kenaikan sebesar 6,99%. Analis menduga, beberapa faktor menjadi penyebab naiknya saham-saham di sektor properti dan kosntruksi tersebut.

Yuliana, Analis Profindo Sekuritas mengatakan, beberapa kebijakan pemerintah yang dirilis beberapa waktu terakhir menjadi salah satu sentimen positif bagi saham-saham properti seerti kebijakan pelonggaran uang muka kredit pemilikan rumah atau dikenal dengan kebijakan loan to value (LTV), serta tarif pajak.

“Apalagi properti sudah lama stagnan dan harga sahamnya sudah banyak turun, jadi kenaikan ini juga karena rebound teknikal,” kata Yuliana kepada KONTAN, Senin (3/12).

Sementara itu, menurut Yuliana, arus kas yang biasanya membaik di bulan Desember menjadi perhatian investor. Oleh karenanya, investor mulai melakukan akumulasi pada saham-saham kontruksi.

“Selain itu proyek kontruksi sudah ada beberapa yang berjalan cukup lama, dan pengerjaannya juga sudah akan selesai. Jadi otomatis ini juga dapat membuat arus kas positif,” katanya. 

Oleh karenanya, Yuliana merekomendasikan untuk membeli saham-saham WSKT, WSBP, CTRA, BSDE, SMRA di bidang properti dan konstruksi.

Tahun depan, dia melihat, kemungkinan kontrak yang diperoleh perusahaan konstruksi akan kurang baik lantaran menunggu hasil pemilu. Tapi, menurut dia, kenaikan saham konstruksi punya potensi berlangsung lama.

Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri
Editor: Sanny Cicilia

Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri
Editor: Sanny Cicilia
Video Pilihan

Saham properti makin kinclong jika bunga tak naik lagi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Saham-saham yang berada di sektor properti dan juga kontruksi mencatatkan penguatan dalam beberapa waktu terakhir. Saham sektor properti dan konstruksi mencatatkan kenaikan sebesar 6,99% dalam sebulan terakhir.

Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri mengatakan, sentimen ini awalnya berasal dari Amerika Serikat (AS) yang dipersepsikan tak seagresif sebelumnya melakukan pengetatan ekonomi. Bank sentral Federal Reserve juga memberi sinyal dovish atau lebih lunak mengenai tren kenaikan bunga ke depan. 

Sekadar informasi, sepanjang tahun ini, BI sudah menaikkan bunga enam kali, hingga saat ini berada di posisi 6%. 

BI ikut menaikkan bunga untuk menjaga daya tarik aset keuangan dalam negeri ketika bunga The Fed naik dan dollar AS lebih menarik. Sepanjang 2018, The Fed menaikkan bunga tiga kali ke level saat ini 2%-2,25%.

Ketika AS tak lagi terlalu agresif mengetatkan ekonomi, perekonomian di negara-negara berkembang seperti Indonesia juga terdampak.

Dalam sebulan terakhir, rupiah mengalami penguatan. Selain itu, ancaman kenaikan bunga di Indonesia juga lebih reda. Hal ini pula yang mendorong saham-saham di sektor properti dan konstruksi bisa mencatatkan kenaikan yang cukup tajam.

“Sektor properti cukup bagus, kalau bunga tak naik lagi,” kata Hans kepada KONTAN, Senin (3/12).

Hans juga bilang, dengan mulai menguatnya rupiah dalam beberapa waktu terakhir membuat sektor properti dan konstruksi berpotens mencatatkan kenaikan lebih lanjut. Hal ini karena mulai murahnya harga bahan baku untuk kedua sektor tersebut.

Menurutnya, dengan harga minyak yang terus turun dan rupiah yang terus menguat, maka Current Account Defisit (CAD) pemerintah akan semakin baik, sehingga proyek-proyek di bidang konstruksi tak lagi harus direm. Ini akan memberikan sentimen positif bagi sektor tersebut.

Hingga tahun 2019 yang akan datang, Hans melihat saham-saham di sektor properti dan juga konstruksi masih cukup menarik. Apalagi jika Joko Widodo kembali terpilih menjadi Presiden di Indonesia, maka proyek-proyek konstruksi di Indonesia tentu akan dilanjutkan.

Untuk sektor konstruksi, Hans memilih saham-saham BUMN seperti WSKT, PTPP,WIKA, dan WTON.

Sementara untuk sektor properti, Hans merekomendasikan saham BSDE, LPKR, LPCK, SMRA, dan ASRI yang memiliki valuasi rendah.

Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri
Editor: Sanny Cicilia

Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri
Editor: Sanny Cicilia
Video Pilihan

Ini alasan Urban Jakarta Propertindo turunkan jumlah emisi saham

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Urban Jakarta Propertindo menurunkan jumlah emisi dari 600 juta saham menjadi 360 juta saham atau dari 16,85% menjadi 11,24% dari total modal disetor dan ditempatkan perusahaan.

Dengan demikian dana maksimal yang bisa diraih perusahaan ini mencapai Rp 432 miliar dengan harga nominal Rp 100 per saham.

Sebelumnya, Urban Jakarta telah menetapkan harga penawaran saham IPO di level Rp 1.200 per saham.

Tri Rachman Batara, Direktur Pengembangan Usaha sekaligus Sekretaris Perusahaan Urban Jakarta Propertindo mengatakan, alasan penurunan jumlah penawaran sahamnya dari 600 juta saham ke 360 juta saham lantaran sudah mencukupi kebutuhan perusahaan.

Tri bilang, pihaknya masih mengantongi konversi saham dari bond yang sebesar 282,25 juta saham atau setara dengan 8,8% dari total modal disetor dan ditempatkan sehingga jika ditotal menjadi 20% saham yang akan dilepas ke publik. Dana yang bisa dikantongi dari hasil konversi bond tersebut sebesar Rp 338 miliar.

Konversi saham itu didapat dari bond yang diberikan oleh Ibukota Development Ltd (IDL) sebuah perusahaan properti dari Singapura yang sudah menjalin kerjasama dengan Urban Jakarta sejak tahun 2017 lalu.

“Jadi IDL menyediakan dana dalam bentuk bond sebesar US$ 25 juta dan sesuai dengan perjanjian sebelumnya pada saat IPO bond tersebut akan dikonversi menjadi saham. IDL juga akan masuk sebagai salah satu pemegang saham dalam Urban Jakarta Propertindo,” ujarnya kepada kontan.co.id, Jumat (30/11).

Tri menambahkan sebenarnya itu adalah bentuk penyesuaian dengan kondisi internal perusahaan. “Kami melihat bahwa kepentingan yang ada di internal dan kebutuhan ke depan mengenai porsi kepemilikan saham dalam Urban Jakarta Propertindo nantinya,”

Selain itu, dalam masa penawaran umum saham Urban Jakarta mengalami over subscribe atau kelebihan permintaan sebanyak 2,6 kali.

Asal tahu saja, perusahaan juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 840 juta waran seri I yang menyertai saham baru. Adapun periode pelaksanaan waran adalah mulai dari 12 Juni 2019 sampai 10 Desember 2021. Harga waran sendiri berada di kisaran Rp 2.250 sampai Rp 3.000 per saham.

Perusahaan menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia dan PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek atau Joint Lead Underwriters (JLU).

Urban Jakarta mengalokasikan sekitar 50% dana hasil IPO untuk akuisisi lahan di wilayah Jabodetabek. “Lalu, 30% untuk belanja modal dan pengembangan serta sekitar 20% untuk modal kerja,” kata Tri.

Sebelum IPO, pemegang saham Urban Jakarta adalah PT Nusa Wijaya Propertindo sebesar 99,99% dan Robert Soeharsono 0,01%. Setelah IPO, kepemilikan Nusa Wijaya akan terdilusi menjadi 71,91% dan pemegang surat utang konversi Urban Jakarta, yakni Ibukota Development Ltd akan memiliki 11,23% dan publik 16,85%.

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Herlina Kartika

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

IHSG diprediksi melanjutkan penguatannya pekan depan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini ditutup dengan mencatatkan penguatan 0,83% dibandingkan dengan penutupan pekan lalu di level 6.056. Meski begitu, asing masih mencatatkan aksi net sell sepekan ini sebesar Rp 592 miliar.

Khrisna Setiawan, Head of Lots Services Lotus Andalan mengatakan, ada beberapa hal yang mendorong penguatan indeks sepekan seperti sentimen penguatan rupiah dan juga keputusan The Fed yang lebih moderat dalam mengambil keputusan terkait dengan suku bunga.

“Sebenarnya di Bulan Desember juga hampir bisa dipastikan naik dengan harga minyak turun terus yang bagus buat negara karena subsidi nya tak akan besar” kata Khrisna kepada Kontan.co.id, Jumat (30/11).

Selain itu, beberapa sentimen global memperlihatkan indikasi untuk kembali ke emerging market dengan investor asing yang sudah mulai memasuki pasar saham. Ia memprediksi pekan depan indeks menguat dengan range 6.000 hingga 6.100.

Sementara Rovandi, Analis Trimegah Sekuritas mengatakan bahwa window dressing akhir tahun akan menjadi sentimen bagi indeks di awal Desember yang akan datang.

“Dan tentu saja perkembangan mengenai tax antara US dan China. Sabtu ini Trump berencana bertemu dengan China hasilnya positif atau negatif akan berimbas ke market dalam seminggu ke depan.” Kata Rovandi kepada Kontan.co.id.

Dengan semua sentimen ini, Ia memprediksi indeks akan mencatatkan penguatan pekan depan dengan range indeks di level 5.900 hingga 6.200.

Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri
Editor: Yudho Winarto

Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

Penjamin emisi: Penurunan jumlah emisi saham Urban Jakarta sudah dibahas sejak awal

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sinarmas Asset Management selaku penjamin emisi efek menyatakan tak ada alasan khusus di balik penurunan target emisi saham PT Urban Jakarta Propertindo dalam penawaran saham perdananya (IPO). 

Presiden Direktur PT Sinarmas Asset Management Hermawan Hosein mengatakan, tidak ada alasan khusus terkait penurunan jumlah emisi saham dalam IPO Urban Jakarta Propertindo dari 600 juta saham menjadi 360 juta saham.

“Hal ini memang telah direncanakan dan dibahas sejak awal antara manajemen dan penjamin pelaksana,” tuturnya kepada kontan.co.id, Jumat (30/11).

Lebih lanjut, Hermawan mengungkapkan alokasi dana hasil IPO masih akan sesuai dengan yang telah dicantumkan dalam prospektus dan tidak terdapat perubahan. “Saya yakin, Urban Jakarta Propertindo tetap akan mencapai target yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Herlina Kartika

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

Sinasmas Asset Management siap mengawal beberapa perusahaan ini untuk IPO di 2019

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perusahaan penjamin emisi efek bagi perusahaan yang bakal melantai ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Sinarmas Asset Manajemen sudah menyiapkan sejumlah rencana di tahun 2019.

Presiden Direktur PT Sinarmas Asset Management Hermawan Hosein mengatakan, tahun depan pihaknya bakal mengawal beberapa perusahaan untuk melantai di bursa. “Ada beberapa di pipeline yaitu dari sektor digital, konsumer, properti,” jelasnya kepada kontan.co.id, Rabu (28/11).

Hermawan bilang untuk kuartal IV-2018 ini, setelah berhasil membawa PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) melantai, pihaknya juga bakal mengawal Urban Jakarta Propertindo untuk listing pada tanggal 12 Desember mendatang. “Setelah itu tidak ada lagi perusahaan yang bakal kita bawa IPO di tahun ini,” pungkasnya.

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Herlina Kartika

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

Belum tentu lebih baik dari 2018, Ini strategi SMF tahun depan

KONTAN.CO.ID – YOGYAKARTA. Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2019 tidak lebih baik dibandingkan 2018. Begitu juga dengan prospek sektor properti ke depan, yang masih terganjal tingginya suku bunga kredit.

Over all, (pertumbuhan ekonomi 2019) enggak sebaik atau hampir sama dengan suasana sekarang,” kata Ananta, Jumat (30/11).

Meskipun begitu, dia menegaskan bahwa bisnis harus tetap berjalan di tengah risiko tersebut. Untuk itu, pihaknya juga telah merancang berbagai strategi dan menghintung risiko tekanan yang bakal terjadi di tahun depan.

Sayangnya, Ananta belum mau mengelaborasi rencana tersebut lebih jauh, lantaran masih menunggu persetujuan dari pemerintah. Dia juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2019berada pada kisaran 4,9%, lebih rendah dari 2018 yang diperkirakan mencapai 5,1%.

“Kita lihat growthnya nanti, dan kita enggak agresif. Ini jugakarena suku bunga yang naik, untuk itu kita ingin kalau bisa Kredit Perumahan Rakyat (KPR) fix rate semua, misalnya seperti kita yang sudah lama menrapkan fix rate 4,45%,” ujarnya.

Selain itu, ke depan SMF mengaku masih memiliki tantangan sumber pendanaan. Ini lantaran, pendanaan dari pasar modal masih terbatas. Mengingat, sebagian besar institusi seperti BUMN, Pemerintah dan proyek institusi lainnya mencari pendanaan di pasar modal. “Ini sangat terbatas dan challenge untuk SMF untuk dapat sumber pendanaan di saat capital market diperebutkan,” tuturnya.

Untuk itu, salah satu bentuk antisipasi yang masih akan dilakukan ke depan adalah melakukan penjajakan dan mendatangi beberapa negara. “Ada yang merespon positif, dan kita ingin saat dapat dari luar, pendanaannya tetap dalam bentuk rupiah,” jelasnya.

Direktur SMF Heliantopo menjelaskan sampai saat ini porsi sumber pendanaan perusahaan itu 70% berasal dari penerbitan surat utang obligasi. Sisanya, bisa berasal dari ekuitas, MTN, Sukuk dan juga money market. “Semua fasilitas kita jajaki dan kita mau cari volume sebanyak dan sebesar mungkin untuk mencari pendanaan. Namun, juga mempertimbangkan situasi market ke depan,” kata Heliantopo kepada Kontan.

Dia menegaskan, dalam kondisi seperti apapun kontribusi obligasi tetap menjadi yang terbesar. Di samping itu, SMF juga akan berupaya semaksimal mungkin untuk efisien dan tepat dalam menyalurkan pendanaan.

“Kita juga punya strategi mixing, dengan menggabungkan dana ekuitas, modal dan ditambah obligasi dengan ekuitas. Sehingga, bunga yang diberikan tetap 4,45%,” jelasnya.

Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Azis Husaini

Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Azis Husaini
Video Pilihan