Dirundung sentimen negatif, saham Indosat belum layak dilirik

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Saham PT Indosat Tbk (ISAT) cenderung bergerak di zona merah sepanjang bulan lalu. Akhir November 2018, saham emiten telekomunikasi ini ditutup koreksi 2,22% di level Rp 1.985 per saham. Angka ini jauh di bawah level tertinggi saham ISAT di level Rp 7.500.

Pada perdagangan hari ini (4/12) pun, berdasarkan data RTI saham ISAT ditutup koreksi 2,88% pada sesi perdagangan pertama. Hal itu pulalah yang membuat Analis Panin Sekuritas William Hartanto untuk tidak merekomendasikan saham operator seluler ini. “Melihat kinerjanya yang masih buruk, maka menurut saya wajar jika harga sahamnya turun,” kata William kepada Kontan.co.id, Senin (3/12).

Selain itu, menurutnya penuruna saham ISAT juga diperparah dengan banyaknya isu pada saham emiten itu. Khususnya, kabar mengenai merger perusahaan itu di Oktober lalu. “Hal yang tidak pasti seperti itu, tidak disukai oleh investor,” jelasnya.

Untuk itu, William mengaku belum bisa merekomendasikan saham ISAT kepada investor, dan hanya menyarankan untuk wait and see. “Saya kira masih sulit, karena belum ada inovasi baru untuk memperbaiki kinerja,” tandasnya.

Oktober lalu, ISAT sempat dikabarkan bakal melakukan merger dengan perusahaan operator lain, yang membuat saham emiten itu sempat melambung hingga 5% ke level harga Rp 2.840. Namun, hal tersebut sudah dibantah Direktur Utama ISAT Chris Kanter.

Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan