Harga minyak merosot 44% dari level tertinggi jelang tutup tahun

Fluktuasi harga minyak masih terjadi di sekitar level terendah tahun ini. Rabu (26/12) pukul 7.18 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 43,24 per barel.

Harga minyak ini naik 1,67% jika dibandingkan dengan harga penutupan Senin (24/12) yang ada di US$ 42,53. Senin lalu, harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) ini mencapai level terendah tahun ini.

Harga minyak WTI sudah turun 44,01% dari level tertinggi tahun ini US$ 75,96 per barel yang tercapai pada 3 Oktober dan turun 24,70% sejak awal tahun.

Sedangkan harga minyak brent untuk pengiriman Februari 2019 ditutup pada level US$ 50,47 per barel pada Senin lalu. Harga minyak ini pun merupakan level terendah sepajang 2018. Sejak awal tahun, harga minyak acuan internasional ini turun 19,79%.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak kemarinmengatakan bahwa harga minyak akan lebih stabil pada semester pertama tahun depan. “Pada masa pemangkasan yang sudah dikonfirmasi OPEC dan non-OPEC Desember lalu, harga minyak akan lebih stabil dan lebih seimbang,” kata Novak seperti dikutip Reuters.

Dia menambahkan, tidak ada permintaan rapat luar biasa dengan OPEC akibat penurunan harga minyak ini. Novak mengatakan, harga minyak turun karena faktor makroekonomi. “Ada faktor fundamental seperti penurunan permintaan pada musim dingin, makroekonomi yang kita lihat seperti penurunan aktivitas ekonomi global di akhir tahun, dan penurunan di pasar saham,” imbuh dia.

OPEC dan non-OPEC akan memangkas produksi total 1,2 juta barel per hari mulai Januari untuk menahan penurunan harga minyak lebih jauh.