Ini alasan Urban Jakarta Propertindo turunkan jumlah emisi saham

KONTAN.CO.ID –¬†JAKARTA. PT Urban Jakarta Propertindo menurunkan jumlah emisi dari 600 juta saham menjadi 360 juta saham atau dari 16,85% menjadi 11,24% dari total modal disetor dan ditempatkan perusahaan.

Dengan demikian dana maksimal yang bisa diraih perusahaan ini mencapai Rp 432 miliar dengan harga nominal Rp 100 per saham.

Sebelumnya, Urban Jakarta telah menetapkan harga penawaran saham IPO di level Rp 1.200 per saham.

Tri Rachman Batara, Direktur Pengembangan Usaha sekaligus Sekretaris Perusahaan Urban Jakarta Propertindo mengatakan, alasan penurunan jumlah penawaran sahamnya dari 600 juta saham ke 360 juta saham lantaran sudah mencukupi kebutuhan perusahaan.

Tri bilang, pihaknya masih mengantongi konversi saham dari bond yang sebesar 282,25 juta saham atau setara dengan 8,8% dari total modal disetor dan ditempatkan sehingga jika ditotal menjadi 20% saham yang akan dilepas ke publik. Dana yang bisa dikantongi dari hasil konversi bond tersebut sebesar Rp 338 miliar.

Konversi saham itu didapat dari bond yang diberikan oleh Ibukota Development Ltd (IDL) sebuah perusahaan properti dari Singapura yang sudah menjalin kerjasama dengan Urban Jakarta sejak tahun 2017 lalu.

“Jadi IDL menyediakan dana dalam bentuk bond sebesar US$ 25 juta dan sesuai dengan perjanjian sebelumnya pada saat IPO bond tersebut akan dikonversi menjadi saham. IDL juga akan masuk sebagai salah satu pemegang saham dalam Urban Jakarta Propertindo,” ujarnya kepada kontan.co.id, Jumat (30/11).

Tri menambahkan sebenarnya itu adalah bentuk penyesuaian dengan kondisi internal perusahaan. “Kami melihat bahwa kepentingan yang ada di internal dan kebutuhan ke depan mengenai porsi kepemilikan saham dalam Urban Jakarta Propertindo nantinya,”

Selain itu, dalam masa penawaran umum saham Urban Jakarta mengalami over subscribe atau kelebihan permintaan sebanyak 2,6 kali.

Asal tahu saja, perusahaan juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 840 juta waran seri I yang menyertai saham baru. Adapun periode pelaksanaan waran adalah mulai dari 12 Juni 2019 sampai 10 Desember 2021. Harga waran sendiri berada di kisaran Rp 2.250 sampai Rp 3.000 per saham.

Perusahaan menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia dan PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek atau Joint Lead Underwriters (JLU).

Urban Jakarta mengalokasikan sekitar 50% dana hasil IPO untuk akuisisi lahan di wilayah Jabodetabek. “Lalu, 30% untuk belanja modal dan pengembangan serta sekitar 20% untuk modal kerja,” kata Tri.

Sebelum IPO, pemegang saham Urban Jakarta adalah PT Nusa Wijaya Propertindo sebesar 99,99% dan Robert Soeharsono 0,01%. Setelah IPO, kepemilikan Nusa Wijaya akan terdilusi menjadi 71,91% dan pemegang surat utang konversi Urban Jakarta, yakni Ibukota Development Ltd akan memiliki 11,23% dan publik 16,85%.

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Herlina Kartika

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan